Logo BeritaKini
Breakingnews
Mbappe Murka, Sebut Senator Paraguay Tak Layak Duduki Jabatan Publik
OLAH RAGA

Mbappe Murka, Sebut Senator Paraguay Tak Layak Duduki Jabatan Publik

person

Wartawan

B. Muslim

Editor

Redaksi

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:40 WIB

JAKARTA (JagoanBerita).- Penyerang tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, mengecam keras senator Paraguay, Celeste Amarilla, menyusul pernyataan yang dinilai bernada rasis setelah laga babak 16 besar Piala Dunia 2026.


Melalui akun X pribadinya pada Senin (6/7/2026), bintang Real Madrid itu menyebut Amarilla sebagai sosok yang memalukan dan tidak pantas menduduki jabatan publik.


"Anda adalah perempuan yang memalukan dan tidak pantas menduduki jabatan itu. Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah menunjukkan semangat dan kehormatan sepanjang turnamen ini," tulis Mbappe.


Mbappe menilai komentar Amarilla justru menutupi pencapaian bersejarah tim nasional Paraguay di Piala Dunia. Menurutnya, pernyataan senator tersebut hanya mencoreng citra negaranya sendiri.


"Dengan kecerobohan dan rasisme terang-terangan yang Anda tunjukkan, dunia kini melupakan perjalanan bersejarah para pemain Paraguay. Saya tidak akan pernah membiarkan orang seperti Anda bebas menyebarkan kebencian dan rasisme ke seluruh dunia," tegasnya.


Kecaman itu muncul setelah Amarilla mengunggah dua pernyataan di media sosial yang menyerang Mbappe secara pribadi. Ia menyebut kapten Prancis itu "bodoh" dan mengkritiknya karena diduga menolak berjabat tangan dengan kiper Paraguay, Orlando Gill, seusai pertandingan. Amarilla bahkan menyatakan Gill seharusnya memberikan gestur tidak sopan kepada Mbappe.


Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) turut mengecam pernyataan tersebut. Dalam keterangan resminya, FFF menilai komentar Amarilla sebagai tindakan rasis yang sama sekali tidak dapat ditoleransi.


Reaksi serupa juga datang dari dalam Paraguay. Wakil Presiden Pedro Alliana menyayangkan ucapan Amarilla dan menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan ruang bagi diskriminasi.


"Sepak bola adalah ekspresi persaudaraan. Olahraga ini menyatukan negara dan masyarakat. Dalam semangat kompetisi, tidak ada tempat bagi segala bentuk diskriminasi," ujar Alliana, dikutip dari ESPN.


Sementara itu, anggota Kongres Paraguay Johanna Ortega menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Prancis. Ia menegaskan bahwa rivalitas hanya berlaku di atas lapangan, sedangkan di luar pertandingan semua pihak harus tetap menjunjung tinggi rasa hormat, martabat, dan kesetaraan.


Insiden tersebut terjadi setelah Prancis memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 berkat kemenangan 1-0 atas Paraguay. Mbappe menjadi pahlawan kemenangan melalui eksekusi penalti pada menit ke-70.


Usai laga, Mbappe mengakui timnya harus bekerja keras menghadapi permainan fisik yang diperagakan Paraguay.


"Kami tahu pertandingan akan berjalan seperti ini. Kami juga bisa bermain keras dan tidak selalu indah. Mungkin mereka mengira kami datang dengan mengenakan tuksedo, tetapi kami siap bertarung," ujar Mbappe.


Gol tersebut menjadi gol ketujuh Mbappe di Piala Dunia 2026. Torehan itu membuatnya memimpin daftar sementara pencetak gol terbanyak bersama Lionel Messi dan Erling Haaland yang sama-sama mengoleksi tujuh gol.


Pada babak perempat final, Prancis dijadwalkan menghadapi Maroko pada 9 Juli 2026. ***

local_offer

Topik Terkait:

forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.