Logo BeritaKini
Breakingnews
Presiden Soroti Praktik Ekspor Fiktif yang Rugikan Negara Ribuan Triliun Rupiah
EKONOMI

Presiden Soroti Praktik Ekspor Fiktif yang Rugikan Negara Ribuan Triliun Rupiah

person

Wartawan

B. Muslim

Editor

Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:16 WIB

JAKARTA (JagoanBerita).- Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti besarnya kerugian negara akibat praktik manipulasi laporan ekspor yang dilakukan sebagian pelaku usaha. Menurutnya, kebocoran anggaran tersebut telah mengurangi kemampuan negara dalam membiayai berbagai kebutuhan publik, termasuk peningkatan kesejahteraan guru dan aparatur sipil negara.


Dalam pidato penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia diperkirakan kehilangan sekitar 908 miliar dolar AS atau setara Rp15.000 triliun dalam kurun 34 tahun.


Presiden mengatakan angka tersebut berasal dari analisis data perdagangan internasional United Nations Comtrade yang diolah oleh Dewan Ekonomi Nasional. Salah satu penyebab utama kerugian tersebut adalah praktik under-invoicing atau pelaporan nilai dan volume ekspor yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.


Prabowo menjelaskan bahwa sebagian eksportir diduga melaporkan jumlah komoditas yang lebih rendah dari yang sebenarnya diekspor. Sebagai contoh, ketika mengirim 1.000 ton komoditas ke luar negeri, yang dilaporkan kepada otoritas hanya sebagian dari jumlah tersebut.


Menurut Presiden, praktik semacam itu membuat negara kehilangan penerimaan dalam jumlah besar sehingga anggaran untuk berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat menjadi terbatas. Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pembenahan untuk menutup berbagai celah kebocoran yang diperkirakan mencapai Rp2.500 triliun per tahun.


Selain itu, Prabowo juga menyinggung masih maraknya penyelundupan komoditas bernilai tinggi seperti emas dan perak melalui wilayah perairan Indonesia. Ia menegaskan bahwa kekayaan nasional seharusnya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.


Presiden Prabowo secara resmi menutup rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 yang digelar di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara. ***

local_offer

Topik Terkait:

forum Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini.