WASHINGTON (JagoanBerita).– Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh sebuah helikopter tempur AH-64 Apache milik Angkatan Darat AS yang sedang menjalankan patroli di Selat Hormuz, Senin (8/6).
Melalui unggahan di media sosial, Trump mengaku mendapat laporan dari militer AS mengenai insiden tersebut dan mendesak adanya respons terhadap tindakan Iran.
“Saya baru saja diberitahu oleh militer kami bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih saat berpatroli di Selat Hormuz,” tulis Trump.
“Amerika Serikat harus merespons ini,” lanjutnya.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, militer AS melancarkan serangan ke sejumlah target Iran di sekitar Selat Hormuz. Dalam keterangannya, militer AS menyebut operasi itu dimulai pada Selasa (9/6) pukul 17.00 waktu setempat sebagai respons yang dianggap proporsional terhadap agresi Iran.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan terjadi di Pulau Qeshm, sementara sebuah proyektil dilaporkan menghantam wilayah Kota Pelabuhan Sirik yang berada di kawasan selat tersebut.
Meski menuding Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter, Trump menyatakan dua awak Apache berhasil selamat. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian, namun menyebut laporan resmi insiden itu akan segera dirilis.
Selama konflik berlangsung, militer AS mengerahkan berbagai aset tempur di kawasan, termasuk helikopter Apache, drone MQ-9 Reaper, serta pesawat tempur F/A-18 dan F-35 untuk menjaga jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Menurut laporan militer AS, Iran telah menembak jatuh sekitar 30 drone MQ-9 Reaper sejak perang pecah pada 28 Februari lalu. Sejumlah pesawat tempur AS juga dilaporkan hilang akibat serangan musuh.
Apabila klaim tersebut terkonfirmasi, insiden ini akan menjadi kasus pertama yang melibatkan helikopter Apache dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
AH-64 Apache dikenal sebagai salah satu helikopter serang paling mematikan di dunia. Helikopter ini dilengkapi rudal Hellfire, roket, serta meriam otomatis dan kerap digunakan untuk misi pengawasan, perlindungan jalur pelayaran, hingga menghadapi ancaman drone dan kapal cepat di kawasan Teluk.***
Prabowo dan Modi Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan dan Maritim
AS Perketat Tekanan ke Iran, Otorisasi Penjualan Minyak Dicabut
Gempa Dahsyat Venezuela: 589 Orang Tewas, Hampir 3.000 Terluka
Terbongkar! Sindikat Judi Online Internasional Beroperasi di Jakarta, 321 WNA Ditangkap
Iran Klaim Tembakkan Rudal Peringatan ke Dua Kapal Perusak AS di Teluk Oman
Dukung jurnalisme independen kami dengan memindai kode QRIS di bawah ini melalui aplikasi e-wallet atau m-banking kesayangan Anda.
Terima kasih banyak atas apresiasi & dukungan Anda!